Posts Tagged ‘herbs’

Kerajinan Akar Wangi: Modal Minim Omzet Puluhan Juta

Sunday, July 5th, 2009
picture-4
ALIB (Desa Kepek 06/28, Semin Semin Gunung Kidul, Yogyakarta 55854)

SUNGGUH menarik perjalanan bisnis Alib Udin Nugroho. Betapa tidak, ketika remaja seusianya sibuk bermain dengan teman sebayanya, Alib justru sibuk berbisnis. Remaja yang baru duduk di bangku kelas III SMP ini, mengisi waktu luangnya dengan membuat kerajinan dari akar wangi yang memang banyak terdapat di desanya, Desa Kepek, Gunung Kidul, Yogyakarta. Awalnya hanya iseng, namun lama kelamaan berkembang menjadi serius ketika secara tak terduga datang orang membeli karyanya.

“Saya sempat heran tapi juga senang. Maklum masih SMP. Tak disangka ada yang tertarik, dan langsung memesan banyak. Sejak itu pesanan datang mengalir dan tanpa kami sadari ini telah menjadi bisnis,” ungkap Alibyang ditemui pada sebuah pameran baru-baru ini di JICC Jakarta. Setelah order berdatangan, ibunya, Wastri, dan saudara-saudaranya pun terjun membantu. Ibunya lah yang mengurus apabila orderan datang. Tugas Alib hanya mendesain dan membuat produk. “Waktu itu saya belum mengerti berdagang, saya hanya tahu membuat produk. Ibu yang atur semua, sedang Ayah tidak ikut membantu karena beliau punya usaha kerajinan sendiri yakni ukiran kayu,” tambah mahasiswa semester satu Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta ini.

Alib bertutur, sesungguhnya ia tak pernah menyangka kalau aktivitas isengnya itu bisa berkembang menjadi seperti sekarang. Pasalnya ketika itu ia hanya membuat aneka pajangan dari akar wangi untuk hiasan rumahnya. Seperti; boneka panda dan kipas-kipasan, semuanya menggunakan akar wangi yang memang banyak terdapat di kampungnya. “Selain untuk hiasan rumah, harum akar wangi dipercaya bisa mengusir rayap,” tutur Alib yang mengaku hobi bikin kerajinan karena keluarganya banyak yang berprofesi sebagai perajin.

Memulai dengan modal Rp 57 ribu untuk pembelian benang, jarum dan lem, kini omzet Alib mencapai Rp 25-40 juta per bulan. Cukup lumayan. Sekalipun diakui Alib, sebenarnya omzet itu sudah jauh berkurang dibanding 3-4 tahun lalu ketika usahanya sedang booming.

Sebenarnya, jelas Alib lagi, akar wangi bisa dibuat aneka produk bukan hanya boneka tapi juga peralatan rumah tangga bahkan aksesoris ruangan. Misalnya, gordin, atau taplak meja. Bila mutu akar wangi yang bagus, benda-benda itu akan mengeluarkan bau harum. “Mutu itulah yang harus kami pertahankan, mengingat sekarang ini saingan begitu banyak. Di tempat kami saja, banyak pekerja yang sudah pandai akhirnya keluar dan membangun usaha sendiri. Mereka juga membuat kerajinan akar wangi. Hanya masalahnya, beberapa dari mereka kadang ‘menghancurkan harga’. Menjual produknya jauh lebih murah. Kadang ada juga buyer yang tak peduli mutu, karena murah yang mereka borong. Kami berusaha tidak terpengaruh, artinya, tetap membuat produk bermutu meski keuntungan tidak terlalu besar. Itulah jalan agar bisa tetap survive, selain selalu mengembangkan kreativitas,” papar mahasiswa BSI jurusan Akuntansi ini.

Budidaya Sendiri

Sekarang ini, lanjutnya, usaha Alib dan keluarganya tidak hanya terbatas membuat produk tapi juga melayani pembelian material (akar wangi). Sejak usahanya berkembang, Alib menyewa lahan seluas 5 hektar di Ponorogo untuk melakukan sendiri budidaya akar wangi. “Hasil produksi melimpah, karena itu kami juga melayani pembelian material mentah. Penjualan material mentah pun terus meningkat karena perajin akar wangi semakin banyak,” katanya.

Diakuinya, belakangan perkembangan bisnisnya kurang begitu bagus. Ada banyak faktor, selain kondisi perekonomian Tanah Air, juga karena semakin banyak pesaing. Sekarang omzetnya turun hingga hampir 50 persen. Alib berharap kondisi segera pulih. Dia sendiri tidak bisa terlalu fokus pada usaha tersebut karena sedang menuntut ilmu di Jakarta. Sejak satu setengah tahun lalu, sang Ayah pun ikut membantu. “Kebetulan orderan kerajinan kayu beliau agak turun, karena bisnis akar wangi lebih bagus, maka beliau beralih ke sini. Lagi pula saya kan harus di Jakarta kuliah,” tambah anak tertua dari dua bersaudara ini.

Rencananya, tahun depan Alib akan membuat show room di Jakarta untuk pengembangan usaha. Penjajakan sudah lama dilakukan. Apalagi, kata Alib, banyak buyer yang lebih suka memesan dari Jakarta. Lebih praktis, mereka tidak harus ke Gunung Kidul. *** tokoh

taken from :

http://www.matabumi.com/bisnis/kerajinan-akar-wangi:-modal-minim-omzet-puluhan-juta

Update me when site is updated

Mandi Rempah (Herbal Bath)

Saturday, July 4th, 2009

mandi-rempah-set3
The spices used in this remedy will give a natural fragrance to your skin, help reduce body odor, cure a number of skin diseases, smoothen the skin and help maintain your youthful looks.

How to Use :

Boil one pack of “Jenner Mandy Rempah” with 2 - 3 liter of water and mix with bathing water.

For better results, soak in bathtub for 20 minutes

Update me when site is updated

Lulur Jamu (Dry Scrub)

Saturday, July 4th, 2009

inside the package

inside the package

Lulur Temugiring (Curcuma Heyneana Scrub)
Curcuma Heyneana contains aethetic oil, amilun, creosote, fat and tannin which is good for soothing the skin and treating scabs caused by, pimples, chicken-pox, mosquito bites, etc.  The gold tone of temugiring will make the skin look fresh and brighter.

Lulur Lumpur (Mud Scrub)
Lulur  Lumpur smoothens the skin and reduces large skin pores. Helps prevent wrinkles, firms the skin and clear cellulite.

Lulur Coklat (Chocolate Scrub)
Chocolate contains antioxidant that moisturizes, smoothens and protects the skin from the sun. It also has kateki that will cleanse and lightens the skin. Suitable for dry skin.

Lulur Kopi (Coffee Scrub)
Lulur  Kopi can smoothen, brighten and moist the skin. Its antioxidant can prevent skin aging and help lift dead skin, refresh the skin surface, repair O2 and blood circulation in the body.

How to use Lulur Jenar

  1. Mix 75gr of Jenar Lulur Temugiring with 200-300ml of water.
  2. Apply Jenar Lulur Temugiring on skin (in dry condition) and leave for 5 minuets.
  3. Gently rub. in circlular direction until the lulur grain falls.
  4. Cleanse with water (no soap needed)

For better result, use Lulur Jenar once a week and continue  treatment with Jenar Mandi Rempah.

Update me when site is updated

Lulur Rempah

Saturday, July 4th, 2009
herbs for beautiful skin

herbs for beautiful skin

Update me when site is updated

Welcome to Rumah Jenar

Saturday, July 4th, 2009

Indonesia was once known as The Spices Island for being one of the leading producers for herbs and spices. Indonesia Spice resources drew attention to many Europeans prominently the Dutch. During their colonial period the Dutch ruled Indonesia for over three centuries providing clove and nutmeg for the European market.

Preceding its success in spice trade, the growth and popularity of this commodity today has lost its extravagant triumph. The lack of trading facilities and access to information and technology for local farmers towards the global market have inevitably drag the business and its investors towards a painful down turn

However, for many locals in Indonesia, spices and herbal remedies still conduct essential role in daily live. For many years, Herbs and spices in Javanese culture have been used for different purposes. As ingredients for food, beverages, medicine, beauty treatments and materials used for handicrafts. Employing a variety of uses and distinctive esthetic value, herbs and spices have very important role in the lives of the Javanese. Hence, their traditional remedies and recipes are favorably practiced throughout generations.

With the spirit to return the popularity of the Spices Island as well as to introduce some of Java’s secrete remedies; Rumah Jenar invites you to try our herbal remedies. Our products are made from herbs and spices originated and cultivated in Indonesia. Our natural blend of herbs contain no artificial aroma, color or preservatives. There are no chemical treatments included in our products making them natural and safe with no side effects. The products we manufacture are handmade and formulated with a recipe past down for many centuries.

Experience the taste of Indonesia’s flavored heritage and learn the numerous benefits of Java’s secrete remedy.

Update me when site is updated